Leading Mind dan Leading Action: Framework Praktis dalam Self Leadership
Leadership & Coaching
Agung Windriatmoko

Leading Mind dan Leading Action: Framework Praktis dalam Self Leadership

Salah satu cara paling sederhana namun kuat untuk memahami self leadership adalah melalui dua pilar utama: Leading Mind dan Leading Action. Framework ini menekankan bahwa kepemimpinan diri yang efektif selalu dimulai dari pikiran yang terkelola dengan baik, lalu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang disiplin dan konsisten. Artikel ini akan mengulas secara mendalam konsep Leading Mind dan Leading Action, mengapa keduanya saling terkait, serta bagaimana framework ini dapat digunakan secara praktis dalam kehidupan profesional maupun personal.

Adaptive Leadership: Melompat Lebih Tinggi dengan LEAP
Leadership & Coaching
Agung Windriatmoko

Adaptive Leadership: Melompat Lebih Tinggi dengan LEAP

Adaptive Leadership, diperkenalkan oleh Ronald Heifetz dan Marty Linsky dari Harvard, menekankan bahwa pemimpin bukan hanya memberi jawaban, tetapi justru menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang menemukan jawabannya sendiri. Ini adalah kepemimpinan untuk menghada masalah adaptif—masalah yang bukan hanya teknis, tetapi menyangkut nilai, mindset, kebiasaan, dan cara kerja manusia. Untuk mempermudah implementasinya di dunia kerja, kita dapat menggunakan pendekatan LEAP, sebuah kerangka sederhana berisi empat langkah inti: Look Up, Ease the Pressure, Activate People, dan Prioritize the Core.

Menjadi Pemimpin Tanpa Jabatan: Filosofi Self Leadership dari Buku The Leader Who Had No Title
Leadership & Coaching
Agung Windriatmoko

Menjadi Pemimpin Tanpa Jabatan: Filosofi Self Leadership dari Buku The Leader Who Had No Title

Dalam dunia kerja modern, banyak orang masih beranggapan bahwa kepemimpinan hanya milik mereka yang memiliki jabatan atau titel tertentu. Supervisor, manajer, direktur—merekalah yang dianggap sebagai pemimpin. Namun, Robin S. Sharma membalik paradigma tersebut melalui bukunya yang terkenal, The Leader Who Had No Title. Ia menawarkan sebuah perspektif baru: setiap orang adalah pemimpin, terlepas dari struktur organisasi dan jabatan formal. Kepemimpinan bukan lagi soal posisi, melainkan soal kontribusi, karakter, dan kualitas tindakan.