Percakapan Penting yang Akan Membuat Talent Anda Tetap Bertahan

Ketika kita mempunyai subordinate dengan kemampuan terbaik, sebut saja sebagai talent,  selalu menjadi tantangan tersendiri untuk bisa mempertahankannya. Jika Anda mempunyai staff yang seperti itu, hal apakah yang sudah Anda lakukan untuk mempertahankannya? Selain memberikan fasilitas dan gaji tentu saja.

Mungkin Anda akan mengatakan “Saya sudah coaching dia” atau “Saya mendelegasikan tugas-tugas penting untuknya”. Mungkin juga Anda akan mengatakan “Saya selalu memberikan challenge kepada dia agar selalu merasa tertantang”. Jika itu jawaban Anda, berarti Anda telah melakukan cara-cara yang benar yang seharusnya dilakukan oleh seorang leader.

Pertanyaan selanjutnya adalah. “Sudahkah Anda tahu apa yang mereka pikir terbaik untuk mereka?”. Dari kacamata mereka tentunya, bukan dari kacamata Anda. Apa yang sudah Anda lakukan untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dan mereka pikir terbaik untuk mereka?”.

Jika Anda belum melakukan apapun atau sudah melakukan sesuatu namun hasilnya terasa belum efektif, Anda bisa mencoba hal yang satu ini. Yang perlu dilakukan adalah, ciptakan sebuah situasi yang santai dan rileks, lalu mulailah percakapan untuk menggali kebutuhan-kebutuhan mereka. Pola percakapan antara Arif dengan Deasy berikut mungkin bisa menjadi referensi untuk Anda.

Arif          : Des, thanks for your contribution. Saya menghargai kerja keras kamu selama ini. Saya akui kamu adalah one of my best talent. Kamu sangat penting untuk team saya dan perusahaan ini. Saya juga mengharapkan kamu bisa bertahan di perusahaan ini. Untuk itu saya ingin tahu, apa yang kamu perlukan agar kamu bertahan di sini dan apa yang bisa saya lakukan untuk membantumu?

Deasy     : Bos, thank you. Sejujurnya saya ingin belajar dan meningkatkan kemampuan di bidang lain. Saya ingin lebih memahami bidang treasury. Bisakah saya mendapat kesempatan untuk belajar di bidang itu?

Arif          : Ok Des, that’s great. Untuk pertama bagaimana kalau kamu ikut training dulu mengenai treasury. Selanjutnya saya akan cek apakah ada kemungkinan melibatkanmu dalam project-project di treasury department. Apakah kamu Ok dengan hal ini?

Deasy     : Ok bos. Thank you.

 

Bagaiamana Jika yang Diminta oleh Staff anda adalah Kenaikan Salary atau Promosi?

Banyak leader yang enggan memulai percakapan seperti ini karena khawatir staff-nya akan meminta kenaikan salary atau promosi. Jika memang itu yang mereka minta, apakah ketakutan ini akan menghentikan anda untuk melakukan percakapan yang sangat krusial ini? Tentu saja anda akan menjawab “Tidak”.

Jika memang hal itu yang terjadi, janganlah panik. Jika suatu saat staff anda meminta sesuatu yang di luar kendali anda atau tidak mungkin anda penuhi, gunakan metode H-E-A-T untuk menjawabnya.

  1. Hear them out (dengarkan dengan penuh perhatian)

Bersiaplah untuk active listening. Biarkan dia sampai selesai mengungkapkan keinginannya. Tahan keinginan anda untuk menginterupsi atau langsung menjawab.

 

  1. Empatize with them (berempatilah terhadap mereka)

Tunjukkan dan refleksikan perasaan Anda dan sampaikan bahwa anda menghargai mereka.

“Des, Saya memahami keinginan kamu. Setiap orang terbaik seperti kamu pasti punya keinginan untuk maju dan berkembang. Dan itulah yang sangat saya appreciate dari kamu.”

 

  1. Answer with your action (jawab dengan tindakan)

Tunjukkan bahwa anda peduli pada harapan-harapan mereka dan siap melakukan sesuatu untuk itu. Akui dan katakan secara jujur hambatan-hambatan yang anda hadapi. Jelaskan apa saja yang akan anda lakukan sebagai follow up action.

“Ok Des, secara pribadi saya akan mengatakan “Iya” dan kamu memang layak mendapatkan itu. Dan kita sama-sama paham bahwa kenaikan salary memerlukan proses lebih lanjut. Berikan saya waktu satu minggu untuk mencari informasi dan memastikan kemungkinannya untuk kamu. Kita akan berdiskusi lagi satu minggu setelah ini”.

Gunakan pola kalimat yes-and (iya – dan), hindari penggunaan pola kalimat yes-but (iya – tapi). Kata but (tapi) mengarahkan pikiran pada situasi pertentangan. Tentu saja anda tidak menginginkan situasi pertentangan itu terjadi bukan?

 

  1. Take responsiblility (bertanggungjawablah atas apa yang Anda katakan)

Lakukanlah apa yang sudah anda katakan. Berikan informasi kepada mereka sesuai waktu yang anda janjikan. Jadikan ini sebagai sebuah prioritas. Dan selalu akhiri dengan pertanyaan “Apa lagi yang kamu perlukan?”. Dengan menanyakan hal lain yang mereka butuhkan, anda akan menemukan setidaknya satu alasan lagi yang membuat mereka bertahan. Alasan inilah yang bisa anda gunakan sebagai hot button untuk selalu memotivasi mereka agar tetap bertahan.

Beberapa pertanyaan lain yang bisa anda ajukan misalnya:

  • Apa hal menarik dari pekerjaan ini yang membuat kamu bersemangat?
  • Apa yang kamu butuhkan dari saya untuk men-support recana karir kamu?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lagi untuk pegembangan dirimu tahun ini?
  • Seandainya kamu Einstein, ide-ide gila apa yang akan kamu usulkan untuk memajukan team/organisasi kita ini?
  • Hal indah apa yang akan sulit kamu lupakan seandainya kamu resign?

Ingat!. Hindarilah pertanyaan tertutup yang hanya memungkinkan jawaban “ya” dan “tidak”. Gunakanlah pertanyaan terbuka yang bisa meng-explore memori dan membuat mereka berfikir. Dan mulailah bertanya dan menciptakan percakapan seperti ini. Karena anda akan selalu menemukan alasan untuk talent terbaik anda atau bahkan anda sendiri untuk bertahan.

 

Comments are closed