Memilih Menjadi “Orang Luar Biasa”

 

Jika Anda pernah mengikuti training motivasi, atau training-training apapun mengenai pengembangan diri tentu akrab dengan salam “Luar Biasa”. Ketika trainer atau motivator mengawali sesinya, mereka akan menanyakan kabar kepada Anda. Selanjutnya, trainer tersebut mengarahkan Anda untuk menjawab dengan kata-kata yang konotasinya sama dengan “luar biasa”. Bisa jadi Anda akan diarahkan untuk menjawab “Super!”, “Wonderful!”, “Hebat!”, dan sebagainya. Beberapa jawaban itu akhirnya juga menjadi “brand’ bagi sang motivator.

Siapa “Orang Luar Biasa” Itu?
Bagi saya, “Orang Luar Biasa” adalah mereka-mereka yang secara konsisten telah terbukti dan diakui memberikan kontribusi positif bagi kehidupan. Kehadiran mereka memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. Perjalanan hidup mereka menginspirasi orang lain untuk melakukan kebaikan dan hal-hal positif. Oleh karena itu, ketika mereka bersama dengan orang lain, maka yang berada disekitarnya sudah pasti akan selalu termotivasi. Apabila dia tidak ada diantara mereka atau mungkin sudah tidak ada di dunia ini, maka orang-orang akan selalu mengenang dan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang hebat ini. Pada tahap ini, orang luar biasa itu sudah menjadi legenda. Bahkan ada diantara mereka yang mendapat sebutan “pahlawan” atau “pahalawan”, yaitu seseorang yang senantiasa melakukan kebaikan.

Jika definisi “Orang Luar Biasa” adalah seperti itu, siapa saja orang-orang yang muncul dalam pikiran Anda? Sebelum membaca lebih lanjut, ayo sejanak berhenti dan mencari sosok yang memiliki kriteria di atas.

Ketika menentukan definisi ini, saya membayangkan orang-orang hebat yang mungkin Anda juga sudah kenal. Sederhananya, “Orang Luar Biasa” memiliki tiga kriteria utama yaitu:

  • Secara konsisten BERKONTRIBUSI POSITIF bagi kehidupan,
  • Memberikan PENGARUH POSITIF bagi lingkungan, dan
  • MENGINSPIRASI orang lain untuk melakukan kebaikan.

“Orang Luar Biasa” yang saya bicarakan, tidak mengacu pada jumlah kekayaan, seperti yang sering kita baca di majalah-majalah yang menampilkan daftar orang-orang terkaya di dunia. Meskipun dalam banyak kesempatan, sering kali kekayaan mengikuti keluarbiasaan seseorang, tapi hal ini tidak kita jadikan kriteria utama. Banyak yang masuk daftar orang terkaya di dunia tapi ternyata menjalankan bisnis ilegal, melakukan penggelapan pajak dan upaya-upaya pencucian uang. Masihkan Anda menyebut orang seperti itu luar biasa?

“Orang Luar Biasa” dalam definisi saya tidak mengacu pada jabatan, baik formal maupun non formal. Banyak orang yang tinggi jabatannya namun ternyata banyak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Korupsi, kolusi, mamanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan sebagainya. Banyak juga pejabat eksekutif perusahaan dengan level yang tinggi akan tetapi menindas bawahan dan main sikut sana sini dalam mengejar karirnya. Mengeluarkan kata-kata sarkastik dan intimidatif atau sebaliknya mengucilkan dan mendiamkan bawahannya sendiri. Di luar kantor, mungkin dia akan dikenal sebagai figur yang luar biasa. Akan tetapi, jika menjadi bawahannya apakah Anda akan menyebut dia luar biasa?

“Orang Luar Biasa” dalam versi saya tidak mengacu pada popularitas. Begitu banyak orang yang populer, artis papan atas dengan gelar celebrity top, tapi memberikan pengaruh negatif bagi lingkungan. Bahkan orang yang profesinya motivator juga memberikan energi negatif bagi lingkungan sekitarnya. Orang seperti ini hanya mampu memotivasi di atas panggung. Dalam kehidupan nyata mereka hanyalah “Orang Biasa”.

Banyak juga orang yang melakukan kebaikan dan mencoba berkontribusi positif dengan tujuan untuk mencari popularitas. Hal ini bisa Anda temui pada masa-masa kampanye politik mulai dari pemilihan kepala desa hingga presiden. Begitu musim kampanye selesai, kontribusi terhenti. Ini inkonsistensi. Melakukan kebaikan dengan penuh tendensi. Meskipun akhirnya mereka menduduki jabatan tertentu, mereka juga juga hanya “Orang Biasa”. Dan karenanya setelah itu bisa jadi Anda akan merasa salah pilih setelah melihat sepak terjang mereka saat terpilih menjadi pemimpin.

Apapun pilihan Anda, dalam memilih memang selalu ada peluang benar dan salah. Semua sudah terjadi dan saya sudah memilih. Apapun hasilnya nanti, “Orang Biasa” atau “Orang Luar Biasa” yang terpilih, saya tetap akan memilih “Menjadi Orang Luar Biasa” untuk diri dan lingkungan.

Comments are closed