GROW Model, Peta untuk Membangun Kompetensi Sumber Daya Manusia

People development adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan buat saya. Ketika harus mendevelop program, modul training atau training matrix untuk meningkatkan kompetensi SDM agar selaras dengan tujuan perusahaan, menjadi tantangan tersendiri dan membuat saya selalu merasa segar. Namun, kadang-kadang saya ragu, apakah semua yang saya buat sudah menuju ke arah yang tepat. Apabila Anda adalah orang yang bekerja di divisi Human Resource atau Human Capital saya yakin pasti Anda juga mengalami hal yang sama. Apalagi bila Anda bekerja di bagian Learning and Development.

Setelah mendesain suatu program, atau ketika menentukan program pelatihan, biasanya muncul pertanyaan dalam pikiran Anda “apakah ini benar-benar program yang dibutuhkan?”. Dalam satu waktu, bahkan kadang-kadang Anda hanya mengira-ngira dan sekedar memasukkan jenis program pelatihan yang MUNGKIN sesuai. Bisa jadi referensinya adalah kamus pintar kita bersama yaitu searching dari Google, kemudian Anda menemukan satu judul training yang menarik. Serasa begitu familiar bukan?

Setelah beralih profesi menjadi konsultan, saya menemukan pola-pola yang sama terjadi pada perusahaan-perusahaan yang menjadi klien saya. Tidak jarang isi, konsep bahkan judul dari training dipasrahkan semua pada vendor trainingnya.

Mengapa hal seperti itu terjadi? Karena kita tidak mempunyai petanya. Untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, kita memerlukan arah yang jelas menjadi seperti apa SDM yang kita kembangkan nanti.

Untuk memberikan arah dan menjadi peta pengembangan SDM, saya menggunakan pola kompetensi GROW. Apa itu GROW?

GROW adalah akronim dari:

  1. Goal Setting
  2. Result Oriented
  3. Open Communication
  4. Will to Develop

Grow adalah istilah favorit saya, karena mempunyai makna “BERKEMBANG”. Bukankan seperti itu pula SDM yang kita harapkan? Terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan pertumbuhan perusahaan. Menurut saya pola kompetensi GROW ini sudah mewakili arah pertumbuhan jangka panjang, jangka pendek SDM dan sudah mencakup perkembangan pribadi serta organisasi. Gambar berikut ini mungkin bisa memberikan gambaran mengenai hal tersebut.

Grow Model

Lalu, apa maksud dari masing-masing kompetensi tersebut?. Berikut ini penjelasannya:

Goal Setting
Goal setting adalah mengenai strategi. Di level apapun, setiap SDM perusahaan harus memiliki kemampuan menentukan goal dan merumuskan strategi. Artinya dia harus paham tujuan pribadinya, paham tujuan perusahan dan mempunyai strategi untuk bisa menyelaraskan dan mencapai kedua hal tersebut.

Result Oriented
Setiap orang dalam perusahaan harus mempunyai orientasi mencapai hasil terbaik. Agar dapat terpenuhi pencapaian hasil terbaik maka diperlukan kemampuan eksekusi yang baik pula. Oleh karenanya setiap orang harus dibuat mampu dalam melaksanakan kompetensi teknisnya. Result oriented adalah segala hal yang terkait dengan penguatan kompetensi teknis. Ini juga terkait dengan bagaimana orang-orang dalam perusahaan menentukan fokus dan priotitas pada aktivitas yang membawa hasil.

Open Communication
Open communication terkait dengan pembentukan teamwork dan engagement level. Untuk membentuk team yang solid dan jauh dari friksi maka perlu dikembangkan SDM yang terbuka dalam komunikasi, open mind dan siap menerima perubahan. Jebakan yang sering terjadi adalah, kita menganggap training yang paling sesuai dengan hal ini adalah outbound. Berdasarkan pengalaman saya justru training terkait komunikasi, Neuro Linguistic Programming (NLP) atau coaching untuk para leader akan lebih efektif memperkuat teamwork dan engagement.

Will to Develop
Setiap SDM perlu memiliki kemauan untuk berkembang. Mereka harus mau untuk belajar dan terus tumbuh. Karena orang yang mau belajar dan tumbuh memiliki self-motivation yang tinggi. Anda bisa bayangkan apa jadinya jika 80% saja karyawan perusahaan memiliki self-motivation yang tinggi.

Kompetensi ini wajib dikembangkan pada setiap SDM di perusahaan kita, karena perusahaan hanya tumbuh apabila orang-orang didalamnya juga tumbuh. Bila tidak terjadi keselarasan, maka yang akan terjadi adalah bongkar pasang SDM, tingkat turnover karyawan tinggi. Bila hal ini terjadi maka pertumbuhan perusahaan tidak akan sustainable.

Pola kompetensi inilah yang menjadi panduan bagi saya untuk membuat atau mendesain program pelatihan untuk perusahaan. Saya sendiri melihat, sebetulnya pola ini juga bisa dijadikan sebagai peta untuk merekrut karyawan. Kompetensi GROW bisa dijadikan panduan untuk mencari SDM yang memenuhi kiteria Goal Setting – Result Oriented – Open Communication – Will to Develop. Bahkan, Anda mungkin bisa memodifikasi pertanyaan-pertanyaan interview anda dengan menggunakan pola ini.

 

Comments are closed